Entri Populer

Sabtu, 08 Oktober 2011

tugas 2 . proses terjadinya banjir di jakarta


Proses Terjadinya Banjir

Banjir merupakan permasalahan yang kompleks, yang harus segera ditangani agar akibat yang ditimbulkannnya tidak banyak merusak dan merugikan masyarakat sekitarnya, mengingat Jakarta merupakan Ibukota negara yang merupakan citra negara dan barometer ekonomi.
Jakarta sering terjadi banjir disebabkan letak Geografis Ibukota Jakarta yang lebih rendah yang dapat menyebabkan banjir. Jakarta juga merupakan tempat dengan tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi.hal ini menyebabkan lahan kosong di ubah menjadi lahan tempat tinggal hinggal daya serap untuk air tidak ada. Hal lain yang membuat terjadinya banjir di Jakarta adalah buruknya penanganan sampah yang menyumbat di sungai-sungai ditambah lagi jika curah hujan yang sangat tinggi bisa mengakibatkan air dapat meluap secara drastis dan jika ada kiriman banjir dari kota lain dapat menyebabkan banjir semakin bertambah parah.
Berikut ini adalah proses terjadinya banjir yang terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta  : Hujan yang turun jatuh dan tertahan pada permukaan tumbuh-tumbuhan . Proses tertahannya air hujan ini disebut intersepsi. Setelah mengalami intersepsi, hujan jatuh ke daratan. Di daratan, sebagian air hujan akan terserap oleh tanah . Air dari proses infiltrasi juga mengalami penguapan untuk kembali ke atmosfer. Evaporasi terjadi dari air yang berada pada tanah lapisan atas dan juga dari air di dalam tanah yang diserap tumbuhan . Air hujan yang tidak mengalami infiltrasi mengalir sebagai limpasan di atas permukaan, sebagian yang jatuh pada permukaan datar/cekungan akan membentuk tampungan, sedangkan sebagian lainnya menuju ke daerah yang lebih rendah dan jatuh ke saluran. Air yang berada di tampungan, saluran, dan laut juga akan mengalami evaporasi .
Intervensi yang dilakukan oleh manusia menyebabkan terjadinya gangguan pada siklus hidrologi sehingga akan menimbulkan dampak terjadinya banjir. Sebagai contoh intervensi manusia adalah perubahan tutupan lahan dari daerah hijau menjadi daerah perkotaan yang sering didefinisikan urbanisasi. Lahan yang tadinya berupa hutan ataupun tanah kosong dan berpotensi sebagai daerah resapan air tergantikan oleh bangunan. Perubahan ini akan mempengaruhi sebagian besar komponen yang ada di dalam siklus hidrologi. Air hujan yang turun langsung menuju ke permukaan sebagai dampak tidak adanya tumbuhan atau pohon yang berperan dalam proses intersepsi. Pada permukaan tanah yang berubah menjadi daerah perkotaan, proses infiltrasi berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Gangguan pada komponen intersepsi dan infiltrasi ini mengakibatkan jumlah limpasan permukaan meningkat. Pada kasus curah hujan yang sangat tinggi, jumlah limpasan ini seringkali tidak terakomodir oleh sungai atau saluran yang mempunyai kapasitas yang terbatas sehingga mengakibatkan terjadinya banjir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar